My Profile

Profile Avatar
Marlene
Bulegeveien 24
Sandnes, NA 4309
Norway
485 99 874 https://bekasi.nur-aqiqah.web.id/paket-kambing-aqiqah-bekasi-timur/
Mayoritas orang Indonesia merupakan muslim. Salah satu amalan yang disunahkan terhadap umat Islam yaitu melaksanakan akikah. Berdasarkan bahasa, aqiqah berarti memutus, padahal menurut istilah syar’i akikah ialah menyembelih kambing untuk anak yang baru dilahirkan.

Berdasarkan data pemerintah, setiap tahun di Indonesia lahir 4,5 juta bayi. Ada kecenderungan, beberapa besar masyarakat yang mau melaksanakan aqiqah tak berharap repot. Artinya mengajak pihak ketiga membantu proses memotong domba dan sekaligus memasaknya. Hal ini jadi satu kans usaha untuk berbisnis akikah. Peluang bisnis inilah yang berikutnya diseriusi oleh Teguh Arif Hidayat.

Pada 2007 silam dia memulai bisnis aqiqah As Shidiq. Awalnya dia hendak mencari kambing untuk aqiqah buah hati pertamanya. Melainkan, ia kesusahan mencari lembaga profesional yang dapat menolong menyediakan domba untuk aqiqah. Baca juga beragam informasi seputar aqiqah bekasi disini.

Dari situlah akhirnya bapak dua si kecil ini mulai berdaya upaya untuk memulai usaha layanan akikah secara profesional. Dengan modal tabungan Rp750.000, Teguh memberanikan diri membeli sebagian perlengkapan memasak seperti kompor dan penggorengan. Kambing baru dibeli setelah ada pesanan.

Di awal mengawali usaha, dia mengerjakan strategi pemasaran dengan mencetak brosur seputar eksistensi usahanya serta menyebarkan ke sejumlah daerah strategis. Salah satunya dititipkan di apotek. Kecuali itu dengan memberikan kabar seketika kepada rekan kerja, tetangga, serta saudara. Kecuali itu, As Shidiq memberi kesempatan terhadap masyarakat mengerjakan pembelian hewan untuk aqiqah dengan sistem mengredit.

Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang berharap akikah, melainkan memiliki dana terbatas. Nilai cicilannya disesuaikan harga binatang akikah serta perkiraan tanggal kelahiran anak. Akibatnya cukup positif.Pada bulan pertama ada tujuh konsumen yang memesan binatang aqiqah kepada Teguh.Bulan kedua 12ekor serta bulan ketiga 20 ekor.

Sekalian menunjuk pemasok kambing dari sejumlah daerah. Sesudah itu usaha yang dikerjakan Teguh kian berkembang. Dia malah telah dapat membeli lahan untuk membangun rumah serta 3 x 5 meter di antaranya untuk membangun sangkar domba serta dapur.

Di antaranya memberikan menu kuliner variatif pantas selera pemesan seperti gulai, semur, tongseng, serta kare. Hewan dapat dipandang dan dipilih langsung di daerah. Pemotongan dapat disaksikan lantas atau dikerjakan sendiri. Kecuali itu bisa antar, dan potong free.

Teguh pun terus melakukan penemuan dalam menjual layanan aqiqahnya. Kali ini melalui dunia maya dengan membuat sebuah situs.

Di website hal yang demikian, ia menginformasikan mengenai variasi serta harga domba yang dijual. Sekalian bermacam informasi berkaitan dengan bermacam-macam hal perihal aqiqah yang bisa jadi edukasi bagi calon konsumen. Tapi, dia mengaku penjualan melalui online hanya melengkapi taktik pemasaran yang selama ini dijalankan.

My InBox

My Messages

FromSubjectDateStatus
First Page Previous Page
1
Next Page Last Page
Page size:
select
 0 items in 1 pages
No records to display.